"Maaf Untuknya"
"Ra, tungguin gue"
teriak seseorang, aku berbalik melihat siapa yang memanggilku. aku tersenyum melihatnya menghampiriku. dia sahabatku, syifa namanya. aku dan syifa kenal saat MOS di SMK favorite ini. aku gak nyangka bakalan satu kelas sama dia dalam 2 tahun ini.
"ada apa?"tanyaku
"Ra, dengerin gue ni mau ngomong serius, serius banget"ucapnya dengan mimik berseri-seri.
"yaela loe mau ngomong apaan si sampe segitunya"ucapku datar.
"ni ya, tadi tuh di depan gerbang gue ketemu sama cowok yang super cool, wajahnya cakep, kulitnya putih, hidungnya mancung...akh perfect deh"terangnya panjang lebar
"akhirnya sahabat gue ini jatuh cinta juga"ucapku tertawa kecil.
"huft, Ra dia itu nanyain elo"katanya lirih.
"WHAT ? gue gak budeg kan?"aku kaget,
"biasa aja kali. dia nanyain elo,katanya dia itu temen loe.gue terpesona sampe* gue gugup jawabnya"cerita syifa
"kayaknya si dia murid baru"lanjutnya.setelah mendengar cerita syifa, aku mulai penasaran dengan cowok misterius itu.
teriak seseorang, aku berbalik melihat siapa yang memanggilku. aku tersenyum melihatnya menghampiriku. dia sahabatku, syifa namanya. aku dan syifa kenal saat MOS di SMK favorite ini. aku gak nyangka bakalan satu kelas sama dia dalam 2 tahun ini.
"ada apa?"tanyaku
"Ra, dengerin gue ni mau ngomong serius, serius banget"ucapnya dengan mimik berseri-seri.
"yaela loe mau ngomong apaan si sampe segitunya"ucapku datar.
"ni ya, tadi tuh di depan gerbang gue ketemu sama cowok yang super cool, wajahnya cakep, kulitnya putih, hidungnya mancung...akh perfect deh"terangnya panjang lebar
"akhirnya sahabat gue ini jatuh cinta juga"ucapku tertawa kecil.
"huft, Ra dia itu nanyain elo"katanya lirih.
"WHAT ? gue gak budeg kan?"aku kaget,
"biasa aja kali. dia nanyain elo,katanya dia itu temen loe.gue terpesona sampe* gue gugup jawabnya"cerita syifa
"kayaknya si dia murid baru"lanjutnya.setelah mendengar cerita syifa, aku mulai penasaran dengan cowok misterius itu.
"akh mungkin yang dia maksud bukan Tiara gue"ucapku tak peduli .ku langkahkan kaki menuju perpustakaan.
"tapi Ra..."ucap syifa terhenti sambil menarik tanganku.aku mulai kesal dengannya.jarak dari kelas ke perpustakaan yang tadinya bisa ditempuh dengan beberapa langkah kaki kini tiba* jauh.tak sampai juga.
"Ra loe liat deh cowok yang datang kemari, itu cowok yang gue ceritain tadi.gue duluan ya.bye"dia berbisik lalu meninggalkanku yang berdiri seperti patung.
DEGG ! Ya Tuhan,apakah ini memang nyata?kenapa dia harus muncul setelah aku sudah bisa melupakannya.apakah belum cukup juga sakit yang udah dia berikan.belum juga aku pergi,dia berhasil meraih tanganku hingga aku tak bisa berlari darinya.
"Ra tunggu"
"mau ngapain loe?belum puas loe nyakitin gue?"kataku sinis tanpa menatapnya.
jujur,meskipun kejadiannya uda lama tapi rasa sakit itu masih ada.cinta yang dulu indah namun harus berakhir karena orang ketiga.
"Ra gue minta maaf. sumpah gue nyesel Ra. gue cinta sama loe"
"loe bilang maaf?segampang itukah,!elo gak tau gimana yang gue rasain dulu. sakit,sakit banget.harusnya dulu gue gak percaya sama apa yang elo katakan"kataku kesal.
"tapi Ra..."ucap syifa terhenti sambil menarik tanganku.aku mulai kesal dengannya.jarak dari kelas ke perpustakaan yang tadinya bisa ditempuh dengan beberapa langkah kaki kini tiba* jauh.tak sampai juga.
"Ra loe liat deh cowok yang datang kemari, itu cowok yang gue ceritain tadi.gue duluan ya.bye"dia berbisik lalu meninggalkanku yang berdiri seperti patung.
DEGG ! Ya Tuhan,apakah ini memang nyata?kenapa dia harus muncul setelah aku sudah bisa melupakannya.apakah belum cukup juga sakit yang udah dia berikan.belum juga aku pergi,dia berhasil meraih tanganku hingga aku tak bisa berlari darinya.
"Ra tunggu"
"mau ngapain loe?belum puas loe nyakitin gue?"kataku sinis tanpa menatapnya.
jujur,meskipun kejadiannya uda lama tapi rasa sakit itu masih ada.cinta yang dulu indah namun harus berakhir karena orang ketiga.
"Ra gue minta maaf. sumpah gue nyesel Ra. gue cinta sama loe"
"loe bilang maaf?segampang itukah,!elo gak tau gimana yang gue rasain dulu. sakit,sakit banget.harusnya dulu gue gak percaya sama apa yang elo katakan"kataku kesal.
aku menghela napas,mencoba tuk tersenyum tapi tak bisa.
"maafin gue,harusnya gue gak nyia*in cinta loe.gue nyesel.gue bakal lakuin apa aja asal loe mau maafin gue.gue pengen kita bersama lagi kayak dulu"
"gak Di,maaf.gue gak bisa bersama loe lagi.udah cukup sakit yang gue rasain.loe udah khianatin kepercayaan gue ke elo.gue harap loe bisa lupain gue,lupain masa lalu itu"tegasku padanya.
"tapi Ra..."
"udah Di,gak ada tapi*an.gue maafin elo.kita bisa berteman..kalau loe mau."kataku pelan.
"beneran Ra,makasih..gue mau jadi temen loe kok.gue janji bakal mengembalikan kepercayaan loe ke gue"ucapnya senang.
"mulailah janji pada diri sendiri"ucapku lalu pergi meninggalkanya.
"iya Ra,makasih"ucapnya setengah berteriak.aku berbalik dan tersenyum.
terkadang kita tak pernah mau memaafkan seseorang yang udah buat hati kita sakit.tapi satu*nya obat sakit hati hanya ikhlas pada apa yang udah terjadi dan memaafkannya.
"maafin gue,harusnya gue gak nyia*in cinta loe.gue nyesel.gue bakal lakuin apa aja asal loe mau maafin gue.gue pengen kita bersama lagi kayak dulu"
"gak Di,maaf.gue gak bisa bersama loe lagi.udah cukup sakit yang gue rasain.loe udah khianatin kepercayaan gue ke elo.gue harap loe bisa lupain gue,lupain masa lalu itu"tegasku padanya.
"tapi Ra..."
"udah Di,gak ada tapi*an.gue maafin elo.kita bisa berteman..kalau loe mau."kataku pelan.
"beneran Ra,makasih..gue mau jadi temen loe kok.gue janji bakal mengembalikan kepercayaan loe ke gue"ucapnya senang.
"mulailah janji pada diri sendiri"ucapku lalu pergi meninggalkanya.
"iya Ra,makasih"ucapnya setengah berteriak.aku berbalik dan tersenyum.
terkadang kita tak pernah mau memaafkan seseorang yang udah buat hati kita sakit.tapi satu*nya obat sakit hati hanya ikhlas pada apa yang udah terjadi dan memaafkannya.
No comments:
Post a Comment